Singkap Peristiwa. Rachmawati Soekarnoputri mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap kasus korupsi saat kakaknya -- Megawati -- menjabat sebagai orang nomor satu di negara ini. Mantan simpatisan Nasdem ini meyakini bahwa saat kakaknya menjabat terjadi tindakan korupsi yang akibatkan negara rugi hingga ratusan triliun.
"Kalau kita bicara tentang korupsi, negara rugi ratusan triliun. Kalau KPK jujur dan adil tentunya tidak akan tebang pilih. Makanya, proses itu (kasus BLBI)," kata Rachmawati di kediamannya, Jati Padang, Jakarta Selatan, Rabu (6/8/2014).
Anak ketiga dari presiden pertama RI ini meminta agar KPK mengusut terjualnya 12 aset negara kepada asing. Dan meminta agar KPK tidak takut untuk mengungkap dosa era Megawati.
"KPK harus berani mengungkap dosa era Megawati, jangan tebang pilih," tegasnya.
Tak hanya kasus yang diduga menyeret Megawati, dia juga meminta KPK untuk segera mengusut kasus korupsi yang diduga melibatkan capres Joko Widodo.
Selain itu beliau juga berharap kasus korupsi Transjakarta dan kartu sehat di Solo yang melibatkan cawapres Jokowi di usut.
"Saya dengar Jokowi itu juga tersangkut kasus korupsi Transjakarta dan kasus kartu sehat di Solo,".
Tidak hanya itu ia juga menyayangkan kasus korupsi bus Transjakarta masih mandek di Kejaksaan Agung. Padahal sudah banyak desakan agar di serahkan ke KPK.
"Kan sudah ada desakan untuk segera menyerahkan kasus Transjakarta ke KPK, kenapa masih diurus Kejaksaan?" pungkasnya. (trk)
"Kalau kita bicara tentang korupsi, negara rugi ratusan triliun. Kalau KPK jujur dan adil tentunya tidak akan tebang pilih. Makanya, proses itu (kasus BLBI)," kata Rachmawati di kediamannya, Jati Padang, Jakarta Selatan, Rabu (6/8/2014).
Anak ketiga dari presiden pertama RI ini meminta agar KPK mengusut terjualnya 12 aset negara kepada asing. Dan meminta agar KPK tidak takut untuk mengungkap dosa era Megawati.
"KPK harus berani mengungkap dosa era Megawati, jangan tebang pilih," tegasnya.
Tak hanya kasus yang diduga menyeret Megawati, dia juga meminta KPK untuk segera mengusut kasus korupsi yang diduga melibatkan capres Joko Widodo.
Selain itu beliau juga berharap kasus korupsi Transjakarta dan kartu sehat di Solo yang melibatkan cawapres Jokowi di usut.
"Saya dengar Jokowi itu juga tersangkut kasus korupsi Transjakarta dan kasus kartu sehat di Solo,".
Tidak hanya itu ia juga menyayangkan kasus korupsi bus Transjakarta masih mandek di Kejaksaan Agung. Padahal sudah banyak desakan agar di serahkan ke KPK.
"Kan sudah ada desakan untuk segera menyerahkan kasus Transjakarta ke KPK, kenapa masih diurus Kejaksaan?" pungkasnya. (trk)

No comments:
Post a Comment